Sabtu, Oktober 03, 2009

Ujung-ujungnya duit juga.

kutulis bahasa binary satu persatu di pengolah kata, pikiranku terpasakkan dalam algoritma, rokok yang kuselipkan pada asbak asapnya mengganggu pandanganku ke layar monitor, ahhh... konsentrasiku pecah mendengar suara sapaan dari belakang tubuhku, "keur naon Dan ?" , suara bernada tenor yang menyebalkan itu memecah keheningan.
Kuputarkan kursi yang kududuki ke arah belakang tubuhku walau pun aku hapal betul suara itu.

Bi Inoh namanya, dia masih kerabatku rumahnya disamping rumahku dan ekonominya tidak termasuk berada dibawah garis kemiskinan, namun kira-kira berada tepat atau pas pada garis kemiskinan.
Dia sudah berdiri tiga meter dibelakangku tanpa kusadari kapan dia masuknya, aku tidak berniat menjawab pertanyaannya sebab menurutku matanya katarak walaupun tidak buta, buktinya komputer sebesar itu yang sedang aku oprasikan dan aku hadapi tidak jelas terlihat olehnya malah bertanya padaku sedang apa ?, aku balik bertanya padanya "aya naon Bi, ?" , "kiyeu .. dan, !!" dia mulai membuka percakapan denganku.
"si Bibi teh kudu mayar nu nyambut sawah (membajak sawah) kesore, jadi wayahna nginjeum heula duit 170 rebu, tah.. ngke minggu hareup lamun budak geus datang ti kota, si Bibi bayar ka maneh." dia menerangkan panjang lebar dengan logat sunda Kuningannya.
"ayeunamah keur teu boga duit Bi, !" aku menjawabnya singkat saja, lalu kuputarkan kembali kursi yang kududuki kearah komputer dan membelakangi bi Inoh.
"eehhh.. ari maneh !!, yeuh sing ingeut Dadan !, si Bibi teh kieu-kieu oge gede jasana ka kulawarga maneh teh, naha ari maneh di injeuman duit sakitu bae make alesan sagala ???!!" nada bica bi Inoh mulai meninggi, lalu dia meneruskan lagi ocehannya.
"malahan waktu maneh keur dilahirkeun oge, saha atuh anu nungguan indung maneh sapeupeuting jeput lamun lain si Bibi mah, nepika nalika maneh jebrol dilahirkeun anu mimiti ngamandian maneh teh ku si Bibi !!"
aku mulai bicara, "ah, etamah fitnah Bi !" jawabku sembarang bicara saja sambil tetap tidak menoleh kebelakang, tidak di acuhkanya dia dibelakangku olehku.
"nyaho naon maneh waktu harita ? kalah kanuduh fitnah ka si Bibi ??!!" nada bicara bi Inoh semakin tinggi saja.
"buktina waktu kuring dilahirkeun, kuring asa henteu ningali si Bibi !" jawabku memberi kesaksian pada dia, dan bi Inoh diam saja tidak meneruskan lagi celotehnya, dikerlingkannya dahinya sehingga membentuk kerutan-kerutan di dahinya, dan dia masih tetap diam.

Tetapi memang sesungguhnya aku benar-benar tidak melihat ada dia sewaktu aku dilahirkan oleh ibu-ku dulu, aku tidak begitu yakin dengan ucapan bi Inoh, aku cukup kenal dengan dia sebagai orang yang suka melebih-lebihkan berbagai hal. Dia suka membual. Dia juga suka ingkar janji, sampai saya suka merasa jengkel.

Tidak lama kemudian dia melemparkan kakinya hendak menjauhkan dirinya dariku, tetapi baru beberapa langkah saja rupanya telingaku mendengar dengan jelas dia bergumam, atau memang dia sengaja agar terdengar olehku.
"gelo teh ti baheula teu cageur-caguer, moal boa salah nginum obat kitu ??" gumamnya terdengar semakin menjauh dariku, dan akupun membalas dengan berbicara sendiri.
"dasar nini-nini peot ka poe, puguh-puguh maneh anu tulalit (tidak nyambung) malah nuduh ka aing gelo deui."

Aku sungguh heran kepada bi Inoh, kalau dia berbicara kepadaku selalu saja intonasinya tidak enakan terdengar ditelingaku, dia menganggap dan memperlakukan aku seolah-olah anak kecil yang belum disunat.
Tetapi aku tidak mau larut terus-menerus dengan kekesan hatiku, untuk mengobati rasa kesal hatiku lalu ku arahkan tanda panah di penyeranta pada komputerku ke arah tulisan http://www.facebook.com lalu kutekan tombol pada gagang perintah itu, terpampanglah wajah-wajah temanku tempo dulu di komputerku.
Jendela inilah yang suka membuat hatiku merasa gembira, seolah-olah kami bercakap-cakap dengan teman-teman dulu waktu tahun jebot, kala itu raja Firaun pun masih ngojeg dan belum secanggih sekarang. Akupun mampuh duduk ber lama-lama memainkan jendela itu, dan aku bahagia.

Tamat.
Mulai ketik disini ya..

Tulisan selanjutnya ketik disini...

Baca Selengkapnya...

Jumat, Mei 22, 2009

PERTEMUAN KE-4 : SANGKANURIP

Assalamualaikum ka sadaya alumni...

Alhamdullilah, tanggal 21 Mei kemarin kita berkumpul di Sangkanurip...banyak wajah baru (padahalmah wajah lama, tapi pangling..hehe..)..berdatangan di acara kemarin. Jadi we acara sempet tertunda dimulai da banyak yang saling melepas kasono (bari jeung bingung..”saha nya ieu teh ?..” maklum atuh..20 tahun lebih teu patepang...pertemuan kemarin mungkin yang paling rame da paling banyak yang hadir diantara 3 pertemuan sebelumnya...Alhamdullilah..bisa jadi ”indikasi” banyaknya peminat acara reuni kita nanti...(Bapa guru dan kepsek juga ada lhoo..sok liat di foto, masih inget ga sama wajah-wajah beliau yang disini ?...)

Pertemuan kemarin pada intinya menyampaikan undangan resmi untuk acara reuni nanti. Undangan sudah disebar melalui teman-teman koordinator Cilimus, meski tidak semua angkatan ada koordinatornya, mudah-mudahan tidak jadi hambatan dalam penyebaran undangan ini. Yaa..tatalepa we lah. Dari mulut ke mulut, door to door..kumaha we carana mah yang penting nyampe..hehe..
Tah, seperti inilah isi undangannya : (dipotong sedikit, intinya aja yaaa)..

Sebagai awal dari niat besar untuk menyatukan kembali seluruh alumni dalam suatu wadah Ikatan Alumni, kami mengundang teman-teman alumni SMA NEGERI CILIMUS Angkatan 1987, 1988, dan 1989 untuk hadir dalam acara ”REUNI : MENANDAI DUA DASA WARSA” , yang Insya Allah akan kami selenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 23 September 2009 (3 Syawal 1430 H)
Waktu : Pukul 10.00 WIB s.d. selesai
Tempat : SMA Negeri 1 Cilimus
Jl. Panawuan, Kec. Cilimus, Kab. Kuningan
Pakaian : Blus/Kemeja Putih + Blue jeans

Untuk kepentingan dokumentasi data alumni dan administrasi pelaksanaan reuni, kami mohon rekan-rekan dapat mengisi formulir terlampir. Kami juga memohon bantuan rekan-rekan untuk turut serta menyebarkan informasi acara ini kepada teman-teman alumni yang lain.


Dalam undangan ada lampiran untuk keperluan data alumni yang harus diisi dan dikembalikan ke panitia, juga ada nomor rekening untuk donasi acara reuni, masing-masing peserta diminta donasi minimal Rp 25.000 (langkung ti eta Alhamdullilah, ditampi pisan)...nomor rekening bisa dilihat di halaman atas blog ini.
Lampiran untuk data alumni seperti di bawah ini...
Formulir data alumni yang udah diisi bisa dikirim (secepatnya) ke alamat sekretariat panitia via pos ataw email juga boleh (meh praktis teu kedah diperangkoan..hehehe..)..

Kemarin juga ada informasi, angkatan ’90 kabitaeun juga untuk ikutan reuni ini...(setelah sebelumnya angkatan ’86, menyatakan diri untuk bergabung..)..mangga, akan diterima dengan terbuka, asal ndaftar ya dan ada koordinatornya biar panitia (seksi konsumsi) teu pusing dengan kurangnya jatah makan..hehehe...duuh..jadi deg-deg an euy...mugi-mugi panitia tiasa ngawujudkeun acara ieu nya, dengan dukungan ti sadaya peserta tentunya..


DATA ALUMNI - SMA NEGERI CILIMUS

Nama : ..............................................................
Angkatan: ..............................................................
Kelas : ..............................................................
Tempat & Tgl. Lahir :

Data Keluarga
Nama Istri/Suami : ..............................................................
Nama Anak :
1. ..............................................................
2. ..............................................................
3. ..............................................................
4. ..............................................................

Alamat Rumah : .................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
Telepon Rumah : ..............................................................
Telepon HP : ..............................................................

Usaha/Pekerjaan
Status : ..............................................................
Kantor : ..............................................................
Alamat : .................................................................................................................
.................................................................................................................
.................................................................................................................
Telepon Kantor : .............................................................
Email : .............................................................
...................,....................... 2009

* Mohon Sertakan Pas Foto Terbaru (untuk buku Alumni)

Jadi buat temen-temen yang belum menerima undangan, anggap saja ini sebagai undangan ya, kemarin kita sudah mencetak 350 eks , tapi mungkin belum tersebar merata ke temen-temen smua...
Nah, kalo yang ini, susunan acara reuni nanti...silakan kalo ada yang mau ngasih saran, masukan sebagai tambahan untuk seksi acara...(rincian acara akan dirumuskan dengan lebih lengkap di acara pertemuan bulan Juni tgl 28 di Tangerang...)

Susunan Acara ”Reuni : Menandai Dua Dasa Warsa” Alumni SMA Negeri Cilimus Angkatan 1987, 1988, dan 1989

1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran
3. Sambutan-sambutan
- Ketua Panitia
- Bp. Kepala Sekolah
- Perwakilan Guru
- Perwakilan Alumni
4. Pemberian Kenang-kenangan
5. Napak Tilas 1987 – 2009
6. Ramah Tamah : dengan guru-guru dan semua rekan alumni
7. Halal-bi-Halal dan saling bersalaman.
8. Makan Siang
9. Hiburan Dengan tema : Back to Zona ’80 an
10. Door Prize & Foto Bersama
11. Doa Penutup

Tah, gimana pren..cukup kali ya info nya untuk saat ini...ditunggu tanggapan nya, lho....jangan cuma dibaca truss lupa..
Kemaren, saking ciweuhnya kita, sampe lupa berfotoria..sebagian udah pulang, baru deh inget foto-foto an...sori 4 everybody..hehe..
Terakhir, hatur nuhun ka ceu Iin Ratnaningsih (’88), yang udah nyediain tempat plus makan siang yang shedap...Jazakumullah khairan katsiro..

Nih ada foto yang bener-bener ga lengkap (maksudnya ga mewakili yang hadir, padahal lebih dari 30 orang lho...)



Wassalam,
n-e-n-g-n-d-r-i-e '88

Baca Selengkapnya...

Sabtu, Mei 09, 2009

Romeo-Juliet, Kebebasan Ber-ekspresi, Diskredit dan Bogem Mentah



Posting kali ini sama sekali gak ada hubungannya dengan urusan REUNI. Selingan aja. Biar Blog kita sedikit 'berwarna'...pelangi kale..
Sedikit terlambat saya coba angkat tema tentang film ini. Di bagian lain, masih di dunia yang sama, maya, sudah enek dengan polemik dualisme yang tak kunjung bertemu opini yang selaras. Sementara di dunia nyata, film ini di boikot edar di Bandung dan sang sutradara, Andi Bachtiar Yusuf, di anugerahi Bogem mentah di Paris Van Java oleh Dedengkot Viking, Heru Joko + Viking Front Line...

Ya..anda mungkin pernah dengar kontroversi Romeo-Juliet versi Andi Bachtiar Yusuf.
Sebuah film drama percintaan antara anggota 2 kubu supporter sepakbola paling heboh di tanah air. Si cowok adalah anggota The JakMania, sementara si cewek anggota Lady Viking. Sayang saya juga belum nonton film ini, cuma lihat trailer nya. Tapi itu tidak penting menurut saya, karena apapun itu namanya, ketika melahirkan sebuah kontroversi pasti ada adegan, ada dialog, yang menyinggung perasaan orang lain.

"Ranggamone Larico adalah seorang fanatik Persija, cintanya pada Persija melebihi apapun yang ada di dunia ini. Seperti para fanatik lainnya, Rangga juga membenci siapapun yang membenci timnya dan tak pernah segan-segan melakukan kekerasan, seperti yang juga dilakukan oleh banyak fanatik lain di berbagai belahan dunia. Tak ada hal yang ia mengerti lagi selain tentang tim kesayangannya bahkan lingkungannya pun hanyalah teman-teman penggila sepakbola dengan latar tim yang sama, kecuali satu orang…Agus Purnomo yang tanpa henti terus berkata pada Rangga “Fanatisme yang membuat semuanya jadi ugal-ugalan, coba kalo gak ada fanatisme, idup lo aman-aman aja kan?”

Namun hidupnya berputar 360 derajat saat hatinya tergerak untuk mencintai Desi Kasih Purnamasari, gadis Bandung yang besar dalam lingkungan pencinta Persib. Adik dari Parman seorang yang cukup dituakan di kalangan pendukung Persib. Desi besar dalam kehidupan yang memuja warna biru yang dikenakan oleh Persib, seluruh waktunya dicurahkan untuk mendukung tim asal Bandung tersebut. Sejak kecil terus diajak oleh sang kakak yang berselisih usia nyaris 20 tahun, Desi mencintai Persib seperti cintanya pada keluarganya.

Jika kemudian ia jatuh cinta pada Rangga, cinta Desi para timnya tidak pernah luntur. Sama seperti cinta Rangga padanya yang seolah terbagi dengan cintanya pada si oranye, Persija. Pertentangan keduanya kemudian membawa mereka pada kenyataan bahwa kedua belah kelompok adalah pihak yang sama sekali tidak kenal kompromi pada perbedaan yang mereka miliki. Pertentangan dan permusuhan yang terjadi telah mengkotakkan mereka, seperti juga agama yang dengan tegas mampu memisahkan manusia dalam jurang perbedaan yang sangat tegas.

Adaptasi karya agung Shakespeare ala kehidupan sepakbola Indonesia ini adalah sebuah potret bagaimana kehidupan kebanyakan kita saat ini berjalan. Bergerak penuh gelora di tengah kekacauan hubungan kedua belah pihak yang biasa menjadi pilar hidup mereka adalah sebuah kekalutan, namun….Rangga dan Desi (nama yang saya pilih untuk menggantikan Romeo dan Juliet) memilih untuk berkata “Aku mencintaimu sampai mati,” daripada menyerah pada keadaan."

Saya kutip dari tulisan Andi. Konsepnya lumayan, meski tidak original, karena pernah juga dibuat film dengan tema sejenis di luar negeri. Lalu kenapa kemudian menjadi kontroversi? bagian dari strategi promosi? bukan juga, buktinya film ini diboikot edar di Bandung. Dari Catatan yang saya kumpulkan, beberapa persoalan yang mungkin kemudian menjadi kontroversi adalah ;
- Kurang observasi, terutama existensi Viking sebagai supporter sepakbola.
- Andi pernah jadi pengurus Jack Mania, pendapat nya di film terpengaruh itu. Bahwa peng-kotakan 2 kubu kemudian malah menjadi tambah meruncing.
- Dialog yang mengatakan cewek Bandung = bispak, Bitch
- Dialog yang mengatakan bahasa sunda = bahasa monyet

Inilah barangkali yang andi lupa. Bahwa dengan dalih semanis "kebebasan berekspresi"
tetap tidak boleh menyinggung perasan orang lain. Bahwa kita sebagai bangsa, rentan dengan 'SARA'. Kondisi bangsa sudah sedemikian eksplosive ketika berhadapan dengan kata berbau 'SARA'. Bahwa saya sebagai orang sunda, terus "kanyenyerian", sampai mengirim surat terbuka untuk diskusi dan meminta maaf pada khususnya orang sunda. Belom dibales-bales juga tuh email nya, sampai hari ini.

Pemasungan kreativitas menurut mereka, ketika sebuah karya seni tidak bisa di saksikan sebagian masyarakat, karena arogansi sebagian VIKING yang memboikot, dan diskusi dengan pengurus viking yang diakhiri dengan beberapa bogem mentah. Apapun itu adalah klise, ketika karya mereka tidak terapresiasi.

Saya pribadi merasa gak ada kepentingan denga kontroversi romeo juliet, kecuali karena saya orang sunda. Dan saya bukan penikmat film indonesia yang baik, dan kebetulan penikmat sepakbola, komo PERSIB.
Jadi FUCK YOU ANDI BACHTIAR YUSUF.... ha..ha.

Bandung, Syaqila

Baca Selengkapnya...

Sabtu, Mei 02, 2009

PERTEMUAN LANJUTAN

Assalamualikum ka sadaya,...

Tanggal 26 April, di Cikarang, panitia reuni 3 angkatan kembali bertemu untuk membahas beberapa hal penting untuk acara reuni. Ga banyak yang hadir tapi ada beberapa orang "new comer" yang pangling banget karena emang baru pertama ketemu setelah 20 tahun... welkome pren...hehe...(ada juga tamu istimewa : kang Djadja angkatan '86 yang kabitaeun untuk gabung dengan kita...mangga akang, teteh '86, selamat bergabung...tong hawatos...ada undangan khusus wat akang & teteh, kok..)



Pertemuan kemarin membahas undangan yang akan mulai didistribusikan kepada seluruh peserta alumni..disodorkan beberapa konsep undangan yang sekarang tinggal diperbaiki, ditambah yang kurang, dibuang yang berlebih...mudah-mudahan akhir mei temen-temen alumni dah nerima undangan nya..

Alhamdullilah, di pertemuan kemarin juga kita dapat donatur yang bertanggung jawab untuk konsumsi acara reuni : jazakumullah khairan katsiro..untuk sahabat ku Iin Ratnaningsih (Bio 2, '88)..hanya Allah swt yang dapat membalasnya...juga untuk temen-temen lain yang udah transfer ke rekening khusus atw yang udah ngasih langsung ke bendahara..hatur nuhun..diantos sumbangan selanjutnya...

Agenda pertemuan selanjutnya, Insya Allah bulan ini akan diadakan di Cilimus, karena di 2 pertemuan kemarin koordinator dan panitia Cilimus belum bisa hadir, jadi untuk bulan ini kita akan bertemu teman-teman panitia Cilimus...lagi-lagi hatur nuhun ka ceu Iin Ratnaningsih yang udah nyediain tempat wat kita ketemu...tanggal pastinya belom ada, tapi temen-temen Cilimus tunggu yaa pemberitahuan selanjutnya...mudah-mudahan juga temen-temen Cilimus dah dapet data temen-temen yang buanyaaak...amin..

Kita berdoa bersama ya..semoga apa yang kita dan temen-temen panitia kerjakan saat ini akan berbuah manis pada hari H nanti..kita dapat bertemu, berkumpul, bersilaturahmi, berpeluk erat pada satu muara rindu yang serupa..

Ni sebagian yang hadir..hobi pisan berfotoria nya ?..



kalo ada saran, atw masukkan untuk acara reuni nanti, boleh sok posting di blog ini ya, pren...mangga diantos..

Wassalam,
n-e-n-g-n-d-r-i-e-'88

Baca Selengkapnya...

Senin, April 20, 2009

Ngaca...


"…Hareupeun kaca ngajanteng salila-lila, roman alum gurat duka atra narémbongan. Hareupeun kaca sagala nu karandapan, lalakon katukang-tukang nungtut narémbongan. Reueuk rumeuk dina eunteung, semu keueung semu nineung. Jiwa awaking nyarita jiga nu nganaha-naha, duh ieung geuning jiga nu nganaha-naha. Béjakeun deudeuh, bejakeun rumasa geus katalimbeng…"
Kawih diluhur kenging iasana Mang Koko, seniman luhung teureuh tatar Sunda. Syairna pinuh siloka keur pangeling-eling.
Hareupeun kaca, hariring nu ngajak muhasabah nimbang umur nu terus cueut kahareup. Sanajan tembang lawas tapi puguh matak lelenyapan mun dilenyepan. Kuring nyobaan ngajanteng hareupeun kaca. Naha ieu diri kuring nu sabenerna? Lamun lain, saha atuh nu aya dihareupeun kaca? Ret ka luhur, buuk geus pinuh ku huis, kulit geus mimiti karijut nembongkeun gurat-guratna. Panon teu bengras cara baheula. Huntu geus pada ninggalkeun gugusi, sawareh nungtutan barolong bari jeung nyanyautan. Tanaga oge tambah suda karasa..
Memang sagala panyakit cenah aya ubarna, iwal ti hiji nyaeta panyakit " KOLOT..". Unggal detik, panyakit kolot bakal nambahan kalawan taya nu wasa nyegahna. Hartina sarua wae umur teh unggal detik baris ngurangan. Matak kuring mah hayang seuri, lamun aya jelema nu ngado’akeun panjang umur. Sabab pan umur mah moal bisa dipanjangkeun boh kitu deui dipondokeun. Da cenah geus puguh bilanganana. Lamun nepi kana titis tulisna mah hamo bisa aya nu ngahindar tina perlaya. Tetela nyinghareupan panyakit kolot mah lain ku obat, tapi kudu ku tobat.
Eunteung kaca eta geus nyampak didinya tibaheula. Tapi naha tara dipirosea. Saha nu nyangka diri geus rea parobahan bari teu kanyahoan. Atra dina kaca, Pangeran nu murbeng alam mere totonden ka jelema ku cara mundutan kanikmatan. Aya nu make cara kiridit, aya oge nu kontan. Pikeun manusa nu bisa mikir, kaca teh nyarita, eces bebeja ka juraganana. Kaca oge jadi ibroh tur palajaran nu kacida gedena. Kuring nanya ka diri sorangan. Geus nepi kamana urang leumpang. Sabaraha kahadean nu dipigawe poe ieu? Naha masih tumetep dina garis karidhoan mantenna?
Di hareupeun kaca, rumasa kuring ngan ukur jadi wayang. Nu sawaktu-waktu kudu asup kotak, nutup lawang sigotaka. Mawa carita pikeun manggung di tempat sejenna…

Ti Rukun Sadulur (Kidaus'89)

Baca Selengkapnya...

Sabtu, April 11, 2009

N O S T A L G I A

Jadi gatel juga pengen posting. Merasa 'terpanggil' juga akhirnya buat kembali ngerame-in BLOG kita ( kalah populer sama fesbuk, meskipun dari pageview perhari cukup lumayan--turun lagi minggu-mingu terakhir. Belum mencapai 1500 pageview dalam satu bulan ) tapi gpp, kesibukan kawan-kawan, yang masih malu-malu posting, comment, chat, tampaknya masih lebih banyak dibanding yang mulai 'berani' posting, comment, chat. Sekedar review aja... sekaligus mempertegas, bahwa blog ini adalah milik seluruh alumnus SMA NEGERI CILIMUS, siapapun alumnus boleh koq nulis disini, yang sudah sukses hari ini, tampilkan dong kesuksesan anda, biar jadi contoh buat adik2, yang belom sukses... posting aja, curhat juga boleh...semua gratis, paling tidak postingan anda bisa jadi bahan renungan, syukur2 jadi solusi anda kedepan ( dipinjemin modal usaha sama kawan2 yang udah sukses, tanpa pengembalian, misalnya...ha..ha siapa tahu ?

Nostalgia... ya saya mau sedikit bernostalgia, tentunya nostalgia SMA. Entah buat kawan yang lain, tapi bagi saya, masa SMA koq punya banyak kenangan. 20 tahun lebih sudah berlalu, tapi tetep aja inget, kenal 'cinta monyet' ( meskipun gak pernah tahu gimana monyet bercinta ), belajar 'memberontak' setelah merasa menemukan 'jati diri', ngerjain guru, stress ( sekelas cuma 23 orang cowok semua, tiap hari ngelihat batangan mulu, gak ada pemandangan indah, mainannya rumus fisika, kimia, -- makanya kalo ada guru cewek, apalagi cukup pantas buat di goda, ya di bela-belain gak ngerjain PR atau ulangan, biar bisa ikut ulangan susulan, yang biasanya dilakukan di tempat kost-nya bu guru... ha...ha..) Dan barangkali saya adalah satu-satunya murid yang bisa masuk kelas jam 9 atu 10 dan pulang lebih awal dari teman-teman sekelas tanpa pernah sekalipun kena setrap. Pernah deng sekali kena setrap, pake celana ketat ( dulu diukur pake botol BIR, kalo celana sedang dipake dimasukin botol bir, gak masuk, ya ketat), besoknya celana dirombak total ala cutbray ( jangankan satu botol bir, 3 botol bir juga masuk) malah kena strap lagi--katanya terlalu lebar.. jadi bingung.. padahal calana mah euweuh hubunganana jeung IQ...( maksudna rek make calana ketat jiga cangcuters, atawa cutbray oge moal nambahan pinter atawa bodo...)

Catatan penting masa SMA adalah, bahwa inilah masa-masa pencarian jati diri, bagaimana eksplorasi2 dilakukan, inilah awal2 pembentukan karakter. Saya ada beberapa fakta, mereka yang biasa berorganisasi, bisa menjaga konsistensi belajar, paling tidak hari ini sudah bisa jadi 'orang'. Yang SMA nya menekuni profesi 'playboy' ya...hari ini gak jauh2 amat jadinya. Yang angin-anginan kaya saya, ya tetep aja angin-anginan sampe hari ini ( lain masuk angin ! ). Meskipun tidak semua begitu ( saya sangat terkejut, ketika mendengar kawan lama saya, yang kebetulan menyenangi dunia 'underground' bahkan sempet di keluarkan dari sekolah -- kena kasus narkoba-- sekarang jadi kiyai di Kuningan, dan jadi juragan kain di pasar baru ! )

Jadi begitu kawan2, memang ada takdir yang tidak bisa kita robah, tapi paling tidak -- buat kawan2 yang sudah punya anak SMA -- beri lebih perhatian anda, ini masa-masa bahaya bagi usia mereka. Saya hanya mau bilang, dari nostalgia, kita jadikan bahan renungan buat ke depan. Hidup bukan mas lalu, hidup hari ini kedepan, tapi dengan nostalgia kita bisa prepare buat hari ini ke depan. Faktanya adalah saya...

Bandung, syaqila


Tulisan selanjutnya ketik disini...

Baca Selengkapnya...

Minggu, Maret 29, 2009

“ SOSIALISASI “ REUNI


Assalamualaikum ka sadayana,…
Seorang sahabat ’89 menulis di chat alumni, mengucapkan terima kasih pada saya yang rajin banget “mensosialisasikan” rencana reuni tiga angkatan.…hehehe…jadi inget ke para caleg dan partai peserta pemilu neeh, yang sekarang lagi rajin banget “mensosialisasikan” program, visi, dan misi partai nya…maklum bentar lagi pemilu….pan biar rakyat jadi tahu keberadaan mereka…

Tah, terinspirasi dari sahabat ’89, saya jadi berpikir…reuni juga perlu sosialisasi neeh….yaap..betul banget, tanpa sosialisasi temen-temen alumni yang sekarang sudah menyebar di seluruh Indonesia Raya ini mungkin ga akan tau dengan rencana besar ini…panitia dan coordinator harus lebih rajin lagi “melacak” keberadaan teman-teman kita yang belum ketemu. Saya yang kebetulan coordinator angkatan ’88 wilayah Bandung, sekarang sedang terus dan terus mencari…bahkan ke temen-temen di Cilimus dan Kuningan saya selalu berpesan untuk juga mencatat data angkatan ’87 dan ’89 kalo ada yang mereka kenal….sakantenan pan ?
Alhamdullilah, dengan cara itu, satu persatu temen-teman lama mulai “terlacak” keberadaannya…saya juga memasang “informan” (jiga detektif wae) di Cilimus, Bojong, Caracas, Kuningan, Jakarta…sampe Palembang…karena ternyata temen-temen angkatan ’88 teh sudah ada di seantero Indonesia…hehe…dan tak lupa, begitu saya dapat no hape nya langsung saya sms dan langsung pula saya sosialisasikan tiga hal : reuni 3 angkatan, blog alumni daaann…pesbuk…(halaah..meni keukeuh nya ?…heuheueheu.)

Ada cerita, dulu ketika anggota kelas saya masih tercerai berai…ingiiin sekali saya menyatukan kami semua…bagaimanapun 2 tahun bersama meninggalkan kesan yang dalam buat saya. Dengan semangat ’45 saya mulai melacak keberadaan teman-teman sekelas…ada juga suka duka nya lho….ketika ajakan kita disambut dengan welkom, duuuh..bahagianya…dan alangkah sedih dan sebel nya ketika ada istri dari temen sekelas saya yang marah karena saya menelepon suaminya untuk sosialisasi reuni kelas…hahaha…untung nya, saya rada-rada dableg …toh saya bukan bertujuan yang aneh-aneh…saya cuma ingin mencari dan menyatukan teman-teman saya…Bukan kerjaan yang mudah ternyata…tapi Alhamdullilah…puas banget ketika anggota kelas saya bisa bertemu dalam reuni yang indah…meski tidak 100% lengkap (karena ada yang almarhum dan ada juga yang jauh di Papua)..tapi keberadaan mereka diketahui…dan kita always keep in touch sampe sekarang….(makanya data alumni kelas saya paling lengkap kan…hehehe…)
Kalo Pemilu butuh sosialisasi, REUNI apalagi…so, mari kita sosialisasikan acara reuni angkatan ’87, ’88, dan ’89 ini ke semua alumni…kita ajak mereka, kita raih mereka..karena mereka adalah sahabat-sahabat kita, karena mereka pernah dan akan selalu jadi bagian dari sepenggal kehidupan kita…berusahalah lebih keras untuk menyatukan kita semua, dalam ikatan silaturahmi yang erat, terjalin mesra dan indah…

Gimana pren, kita berlomba yuu ? paheula-heula melengkapi data…hatur nuhun ka rerencangan sadayana yang juga lagi berusaha melacak keberadaan temen-temennya…percaya deh, gak akan ada kerugiannya menjalin kembali silaturahmi dengan sahabat-sahabat lama…yang ada adalah rasa bahagia kalo kita bisa berjumpa dan berkumpul dengan semua teman yang terpisah 2 dekade !
Judi, kang Sae, Tetet, Evi, Teti, teh Ai, kak Seto, Dadang….dan smua-smuanya…jangan nyerah yaa apalagi putus asa mencari sahabat kita semua…kita masih punya banyak waktu kok..!

Wassalam,
N-e-n-g-‘N-d-r-i-e

Baca Selengkapnya...

Minggu, Maret 22, 2009

SERANGAN “VIREUS” PESBUK

Zaman kiwari, utami na urang kota, saha nu teu kenal pesbuk (facebook/FB maksad teh..)..barudak leutik, abege, ibu-ibu, bapa-bapa nepi keun ka aki jeung nini teu aneh marejeng di pesbuk. Pesbuk dikenalkeun ku Mark Zuckerberg taun 2004, harita si Mark nyebatna “The FB”. Media nu tadina ngan saukur kanggo komunikasi antar mahasiswa di Harvard University, ayeuna tos mendunia. Pesbuk tos diterjemahkeun ka 30 an bahasa di dunia kalebet bahasa Indonesia…ayeuna nuju proses nerjemahkeun ka 60 bahasa…eta nilai saham FB kiwari nilaina tos 15 miliar dolar…waduh, sabaraha triliyun nya mun di rupiahkeun ?...

Kumaha teu dipikaresep, FB ayeuna tos janten tren nu tiasa ngelehkeun euphoria pemilu, reformasi jeung masalahna… di FB jalmi tiasa ngabagi rasa, ngabagi informasi, heureuy, ngaekspresikeun diri nyalira, tiasa icalan, tiasa masang foto…ajang narsis lah pokona mah. Sah-sah wae sih nu resep masang foto mah, nu penting gambar-gambarna sopan, tiasa dipertanggungjawabkeun…caleg wae ayeuna mah ngempelkeun dukungan lewat pesbuk. Nurutan Barry Obama kamari basa kampanye capres Amrik, Obama mejeng di pesbuk…kenging sumbangan kampanye dugi ka 6,9 triliyun rupia ti 3 juta jalmi nu nganggo internet kalebet anggota pesbuk, sukses tah si Barry nu pernah sakola SD di menteng teh janten presiden nagara adikuasa..ckck..heibat lah…
Alumni SMA Cilimus nu ayeuna nuju nyalonkeun janten caleg oge aya di pesbuk, bu Iin Indriani, alumni angkatan ’79 kanggo daerah pemilihan Bekasi…sukses nya Ceu…mudah-mudahan tos janten anggota dewan tiasa ngabantos ka almamater…amin..

Sim kuring, salah saurang nu ngamanfaatkeun pesbuk teh estu keur nyambungkeun deui silaturahmi...babaturan nu acan mejeng, sok dipapanas meh masang foto sareng identitas. Alhamdullilah, ujug-ujug we rerencangan ti jaman iraha, malah mah tilas kabogoh jaman SMP ngadak-ngadak tiasa ngobrol, padahal teu pendak na ge puluhan taun. Tah rerencangan alumni sakola urang ge geuning kaluar saurang-saurang…nu isinan keneh (teu di foto an, pajarkeun teh teu pede cenah tos sepuh…hehehe) dugi keun ka nu super pede ngadamel album foto macem-macem gaya pleus ekspresi…siiip lah…dina pesbuk oge aya grup SMA Negeri 1 Cilimus, adi-adi kelas nu keur resep-resep na ngoprek IT meni sumanget bade ngempelkeun sadaya alumni sakola urang ti sadaya angkatan cenah…Alhamdullilah..hatur nuhun kanggo adi-adi alumni SMA Necis nu tos ngempelkeun alumni, dina grup ieu, brarti cinta sareng merhatoskeun almamater..mugi enggal nambih seueur anggota na nya, meh tambih sae silaturahmina..

Kanggo rencana reuni 3 angkatan, pesbuk tiasa dijantenkeun media oge. Emang sih teu sadaya rerencangan urang tiasa akses internet, tapi sahenteuna kanggo ngagampilkeun panitia nyebar informasi, nyebar uleman mah lumayan tiasa ngabantos. Da geuning “gara-gara” pesbuk ayeuna janten usum reuni an ?...hehe…hebat nya pesbuk teh, tiasa ngahubungkeun jalmi ti zaman iraha ka zaman iraha dina waktos nu teu lami..sasih kamari sim kuring ujug-ujug we reunian sareng rerencangan kuliah, padahal undangan na mung diserat di FB, ujug-ujug we ngumpul 30 jalmi…rame cipika-cipiki..

Ieu daftar alumni ’87 nu tos aya di pesbuk : Seto Indrio Yudo, Endang Rahmat, Abung Burhanudin, Agun Riana, Ade Moch Busrol Karim, Waskin, Ai Sri Gunturyati…alumni ’88 : Hendra Armala, Neni Andriani, Iin Ratnaningsih, Ida Murdiana, Yuswa, Dede Sudianto, Titien Elviany,Lina Herlina,…alumni ’89 : Kang Saenan, Teti Fathiyah, Judi Harsono, Ki Daus, Heti Mutiurohmah, Liliek Indarum, Ratih Cinta Sumirat…ah seueur pokona mah, eta nembe nu emut/terang..panginten nu tos mejeng mah langkung ti eta.
Akhirna, panginten urang kedah ngahaturnuhunkeun ka teknologi nu tiasa ngabantos urang sadaya silaturahmi, ngabantos urang ngalacak kaayaan sobat-sobat lami nu dipikasono…tapi teu kenging oge ari kacanduan mah, da urang ge gaduh kawajiban anu sanes…(ayeuna seueur kantor nu ngablokir akses pesbuk kanggo karyawan na…da seueur nu kamalinaan berpesbuk ria, ari padamelan nu janten kawajiban utama na diantepkeun…kade urang mah teu kenging kitu nya…?...)

Wassalam…(n-e-n-g-n-d-r-i-e..’88)

Baca Selengkapnya...

Rabu, Maret 18, 2009

REUNI...DEUI

REUNI TILU ANGKATAN JILID KADUA

Assalamualaikum ka sadaya alumni…dua dinten kamari, aya nu ngabahagiakeun hate. Aya pesen di pesbuk ti alumni SMA necis angkatan ’79, 2003 sareng ’86…Subhanallah.. aya hasilna “nampang” dif b sareang di blog teh…hehe…eta AA angkatan ’79 nyarios ngiring bingah kua ayana blog alumni ieu, anjeuna janten tiasa ningal gambar-gambar sakola urang ayeuna…takjub n kagum saurna teh..AA ieu oge iri cenah hoyong reuni angkatan na teu janten wae, saur abdi kedah diupayakeun, da ari mung kempel-kempel bari teu ngabahas reuni mah moal janten dikumaha oge..hehe..akhirna si AA nyarios bade “guguru” ka 3 angkatan perkawis reuni. AA ieu ayeuna profesina arsitek di Jakarta.

Nu kadua, ti angkatan 2003 (Adit urang Caracas tapi ayeuna kuliah di Bdg) nu ngajakan kanggo ngadangdosan website khusus alumni..seneng we sim kuring mah, wios teu ahli IT oge, partisipasi mah kedah sanes ? nu lucu si ujang ieu kaget pas disebatkeun abdi angkatan ’88…da si Ujang ieu mah lahir wae taun ’89 !...kumaha cenah nyebatna ? tante, ibu, atw kumaha ? Teteh we, cek sim kuring teh, da ngetop di blog srg pesbuk : teh Neni.. (deuuuu ngetop cenah…eh eksis meureun…hehehehe…)

Tah, nu terakhir angkatan ’86 nu protes pedah teu diajakan reuni ku 3 angkatan ! majar keun teh awas kawalat teu ngajakan sepuh…Alhamdullilah…tos ngawitan seueur nu mampir ka blog urang teh geuning nya ?..mugi kapayun langkung seueur deui..

Aya info kanggo peserta reuni angkatan ’87-’89, sesuai nu tos diobrolkeun basa di Bekasi bade dibika rekening khusus kanggo 3 angkatan nu bade reuni, ayeuna tos aya. Mangga diantos sumbangan na, tiap peserta minimal nyumbang Rp 25.000,- bade langkung mah diantos pisan. Da upami ningal kana anggaran mah jelas moal cekap. Insya Allah kanggo nutup biaya, panitia bade milarian donatur sareng sponsor. Nu Rp 25.000 mah etang-etang tanda partisipasi kanggo ieu acara supados sadayana kagungan “rasa memiliki” kana acara ieu.

Mangga diantos transferna ka no rek BCA NO 5210614321 atas nama TETI FATHIYAH (Bendahara reuni). Insya Allah, upami sistim transfer ieu lancar, tiasa diteraskeun kanggo dana khusus ngabantos sakola urang rencana jangka panjang namah. Janten saatos reuni masih tiasa nyumbang kanggo ngawujudkeun program-program nu sanes na, nu nyambung sareng alumni atanapi kaperyogian sakola.

Info nu sanesna, ke bade ditampilkeun diblog data-data alumni 3 angkatan. Insya Allah ke di postingan kapayun. Punten nya sim kuring nyeratna ku basa Sunda, keun we da urang sadayana urang Sunda sanes ? piraku teu ngartos mah. Nu tos lami janten penduduk Jakarta nu biasa nyarios leter B oge, dipaksa kedah nampi ieu bahasa..hehehe.. nyuhunkeun dihapunten upami basa Sunda na kirang sae…uyuhan sakieu oge, biasana Sunda na sunda cilimusan, linggajatian…(nu garihal sareng dialek na aneh saur urang priangan mah )tah nu ieu mah rada bandungan…hehehe..

Wassalam…(nengndrie ‘88)

Baca Selengkapnya...

Ngelmu...

Baheula, dongeng para sepuh, cenah loba kacaritakeun jalma sakti mandraguna. Aya nu bisa nempo nembus tembok, ngadenge ti balik gunung, bisa leumpang sakilat, weduk, jeung rea-rea deui.
Saha nu nyangka, ku elmu tehnologi mah dongeng baheula teh ayeuna bisa jadi kabuktian. Coba tengetan, telepisi bisa mintonkeun rupa-rupa kajadian di wewengkon nu jauh kacida. Ku telepun bisa ngobrol bari kuring teu kudu paamprok. Oge leuleumpangan jauh teu kudu cape da bisa numpak kandaraan.
Hebat lin? Kabeh oge kudu ku elmuna.
Elmu panemu lir ibarat pedang matadua, bisa jadi maslahat atawa mudarat. Gumantung kumaha manusa ngagunakeunana. Elmu mah teu salah. Lamun didasaran ku niat hate nu beresih, elmu bisa nyieun jalan keur kasalametan balarea. Tapi lamun dicekel ku jalma nu hatena geus katuruban napsu kadunyaan, sirikan, delekaan ka batur tangtu mudarat balukarna.
Elmu tungtut dunya siar. Pituah keur ngajaga kasaimbangan antara pangaweruh jeung pangaboga. Eces dina papagon agama oge wajib keur manusa pikeun nyiar elmu. Malah mah cenah sanajan nepi ka nagri Wong Fei Hung oge, ari niatna pikeun ngalap elmu mah pek we udag mun bisa. Hukumna wajib, hartina parentah nu hamo bisa ditinggalkeun.
Tapi bangsa urang mah beuki pinter dina mulak-malik carita. Ngulik bari licik. Eta elmu dijadikeun ladang bisnis. Kusabab matana geus katutupan, pikiranana geus kalimpudan, uteukna geus hejo, beuteungna pinuh bilatung, jorojoy weh naluri bisnisna kaluar. Cenah lamun sakitu kali sakitu alhasil jadina bakal jadi sakitu. Sedengkeun pan diajar teh wajib, jadi nu muru sakola moal bakal suda da pasti pada maksakeun najan balangsak oge.
Tuh tingali balukarna tina kaputusan sisdiknas. Loba rahayat rumenghap, hayang terus ngelmu nepi ka jucung tapi suwung pulus. Teu bisa menyat da geus katalian ku undang-undang BHP. Lamun hayang sakola di institut itu kudu boga duit saanu, lamun hayang di unipersitas eta kudu boga saanu cenah. Heheh katohyan, tungtungna mah duit pan? Lah, nu ngesahkeunana oge apan wakil-wakil rakyat. Ceuk beja mah cenah dewan pilihan tea.
Kuring mah bati pikiran we, rek kamana anak kuring neruskeun sakola. Rek neang timana bekel beana. Da ayeuna mah pendidikan teh geuning jadi komersil….
Mudah-mudahan we di dewan nu terhormat teh sing aya jalma-jalma soleh, nu bisa merjuangkeun nasib rahayat nu butuh pendidikan.

"Rukun Sadulur Urang lembur (Kidaus89)"

Baca Selengkapnya...

POSTING TERBARU

KOMENTAR TERBARU

  © Free Blogger Templates Blogger Theme by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP